 | | Abhoe Mosleem Al-Bugisy | Abhoe Mosleem Al-Bugisy memperbarui statusnya: "berpacu waktu, untuk satu dekade yang rutin. berangkat pagi-pagi benar, aba-aba dari Danesh menjadi lampu hijau jika tangannya sudah dilambai, serta mulutnya yang kecil baru mampu mengucap hai tanpa huruf i, bilik jendela sebelah kiri di situ dia berdiri sambil menjinjitkan kaki menyibak gorden, agar bisa terlihat eksis meski hanya sebatas leher. senyumnya lugas tanpa basa-basi, didampingi bundanya mereka berdua pasrah. terkulai langit berpapasan matahari. yang tadi pagi disapa hai telah pulang, suara mesin yamaha sudah semakin akrab. Danesh berlari mengintip dari jendela yang sama. dia bersemangat "Appah...Appah...Appah". Danesh menyambut sambil segera menuju ruang tamu, bermaksud membuka pintu sambil berlari patah-patah, rambutnya dikibaskan bersama angin. Namun senyumnya tiba-tiba berubah sumringah sebab pintu utama tidak kunjung dibuka, sementara di luar tak lagi terdengar suara bising mesin. "Ternyata Appah masuk dari pintu samping"." | |
| |
|
|
| |
|
 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar